Candu

June 26, 2005 | Leave a Comment

Cinta itu candu
Ia manis namun kadang memabukkan
Cinta itu untuk dinikmati bukan untuk dipertanyakan
Beri aku candu…

Kalau malam ini kau bertemu Tuhan dalam tidurmu
Tolong sampaikan satu pertanyaanku
Apakah Dia membuatmu dengan semacam zat candu?
Karena suaramu selalu membuatku rindu
(taken from SPICE June 26)

Do you love him?

June 22, 2005 | 6 Comments

Suatu hari sohib saya bertanya. Do you love him? Ok satu pria kini mengisi kehidupan saya. Tapi ketika ditantang pertanyaan diatas, saya jadi berpikir jauh dan keluar dengan satu pertanyaan lain…..Apa itu cinta?

Saya pikir saya mencintai dia. Saya merasa nyaman berada didekatnya, saya bisa menjadi diri saya apa adanya, dan dia telah memberikan sejuta inspirasi [...]

Jauh

June 22, 2005 | 2 Comments

Saat pergi berarti berpisah, jauh berarti tiada. Saat perbedaan menjadi masalah dan persamaan menjadi tuntutan. Mengapa waktu berjalan bersamaan, pergi saat semua berjalan dengan baik? Mungkin aku terlalu bodoh tuk percaya cinta bukan berarti memiliki. Ia hanyalah perasaan dan bukan menjalin hubungan. Atau bukan ini cinta yang sesungguhnya? Jujur, ku rindukan rasa aman berada didekatnya. [...]

Angan

June 12, 2005 | Leave a Comment

Perempuan itu tidur, lelap dalam mimpi, angan membawanya masuk dalam dunia kita, aku dan dia. Tangan terbelenggu, namun kurasakan sentuhan lembut memegang erat jiwaku, serasa berkata, cinta kita nyata. Dunia menolak, membenci, biarkan ia memusingkan dirinya sendiri. Cinta tak perlu pengakuan, tak butuh persetujuan. Biarkan ia hadir meski dalam gelapnya malam. Terbukti, angan lebih ramah [...]

Ilusi

June 7, 2005 | Leave a Comment

Pria itu hadir saat diriku terlelap. Saat ragaku berhenti dan mengucapkan selamat malam. Ia hanya duduk namun kehadirannya membawa ketenangan dan kedamaian. Ingin kubuka mata untuk dapat melihatnya, namun terlalu terlena menikmati hadiratnya. Untuk apa dia ada? Akupun tak tahu dan tak mau bertanya, impian ini terlalu indah dihancurkan dengan logika. Ia ada dan aku [...]

Suara

June 7, 2005 | Leave a Comment

Apa jadinya jika dunia tanpa suara
Sunyi…….
Sepi…..
Hening……
Apa seperti dunia mati?
Tidak ada kegairahan
Dunia seperti layar tv hitam putih tanpa bunyi
Senyap…………
Gelap…….
Pekat……
Dan bagaimana jika tiba tiba aku berada di sana?
Aku yang begitu dimanjakan oleh melodi
Tiba tiba terusir keluar
Indra pendengar yang terangsang
Tiba tiba mati
Semua hilang
Dapatkah aku bertahan?
Meulaboh, 3:47 pm

Iya iya saya mengaku! Saya memang selalu bilang kalau hobi saya menulis, kalau menulis bagai nafas dalam hidup saya, kalau saya tidak bisa hidup tanpa buku, dan banyak kalimat mutiara lainnya yang saya umbarkan. Dan sekarang anda bertanya kenapa saya tidak menjadi penulis produktif seperti orang lain?
Saat Dewi Lestari sedang menulis novel ke empatnya “Partikel”, [...]