Jodoh di Pekerjaan

June 28, 2007 | 4 Comments

Masa paling menyenangkan memang saat sekolah. Rata rata dari kita “dibayar” (oleh orang tua) untuk belajar. Lulus sekolah barulah mata terbuka. “Welcome to the real world Darling” atau lebih nyata lagi, “welcome to the jungle pal…” Kelar sekolah, bukan hanya gelar sarjana yang disanding, tapi juga gelar pengangguran. Tunjangan tak lagi deras mengalir, saatnya cari [...]

Pernah main game komputer Sims City? Suksesnya permainan ini diikuti variasi mainan serupa. Sim Theme Park, Theme Hospital, Beach life, Rollercoaster Tycoon, Zoo Tycoon, dan banyak lainnya. Idenya sederhana, anda diberi tugas membangun, entah sebuah kota, taman hiburan, rumah sakit, pantai, atau kebun binatang. Anda bertanggung jawab sepenuhnya. Mencari nama, mengurusi lokasi, memuaskan pengunjung, bahkan [...]

Saya tidur, berbaring di kamar mungil berdinding merah jambu. Setelah 24 tahun berbagi kamar tidur, akhirnya kamar milik saya seorang diri. Rebahan di atas kasur ukuran single membuat saya berpikir. Sudah lama yah saya tidak loncat – loncatan di atas kasur.

Seperti main trampoline, vennie kecil selalu curi – curi kesempatan tuk bisa berjingkrakan di atas [...]

Ok, ini memang judul blog saya. Tidak bermaksud berdakwah panjang lebar tentang arti ungkapan tadi, namun justru memperluas maknanya. Saya mengundang anda untuk menjalankan sebuah misi. Iseng – iseng berhadiah.

Sebuah misi yang dijalankan secara sukarela, anda punya kekuasaan penuh. Namanya juga iseng, tak ada peraturan mengikat. Lalu tentang hadiah, harus saya tekankan di sini kalau [...]

Pembelaan

June 25, 2007 | 2 Comments

Katanya,
Jangan janji, kalau tak bisa ditepati.
Jangan pernah berencana, kalau ga mau kecewa.
Jangan catat di agenda, kalau masih tak pasti

Tapi,
Kalau tidak dicoba, yang ada nol besar
Kalau berencana, setidaknya kemungkinan 50%
Kalau tidak dicatat, agenda tak ada guna
Kalau tertulis, setidaknya ada kesempatan
Buatku,
Yang penting, tahu resikonya,
Yang penting, belajar menerima konsekwensinya
Yang penting, bisa mengatur rasa kecewa
Gini deh,
Kalau ini bisa [...]

Bangkit

June 25, 2007 | 1 Comment

Kalau mau lari, harus belajar jalan dulu.
Mau jalan? Mulailah dengan merangkak.
Sebelum merangkak, ada baiknya kamu tau bagaimana caranya tengkurep.
Lalu,
Kalau kamu jatuh?
Kalau kamu terluka?
Kalau kamu sakit, menangis dan merasa tak bisa?
Kamu harus bangkit
Dan mencoba lagi.
Kenapa?
Karena banyak orang yang peduli sama kamu,
Yang percaya dengan kemampuan kamu,
Yang tahu kalau kamu bisa lebih baik dari sekarang,
Yang mengenal siapa [...]

Hi, saya Louis Lane. Sebagian kalian mengenal saya sebagai jurnalis pemenang Pulitzer Award atas tulisan “A world without Superman”, sebagian lain mengenal saya sebagai kekasih Superman. Ironis memang. Puncak karir didapat saat saya mendoktrin dunia bahwa mereka tidak memerlukan superhero. Puncak karir yang membuahkan anti klimaks terhadap karir pasangan saya sendiri.
Jika kalian menonton “Superman Return” [...]

Tertawa

June 12, 2007 | 1 Comment

Warkop DKI sering berpesan “Tertawalah sebelum tertawa itu dilarang”. Kenyataannya, larangan itu tak pernah ada, namun orang jaman sekarang sudah jarang tertawa. Sepertinya mereka lupa bagaimana untuk tertawa.
Ini sekedar pemikiran. Sadarkah kita, semakin dewasa dan bertambah umur, kita jadi minim tertawa? Padahal alkitab menulis, hati yang gembira adalah obat. Pantas saja semakin tua, semakin banyak [...]

Harusnya peringatan ini ditaruh di dahi saya, seharian saya uring – uringan. Bawaannya marah mulu. Perkataan yang terucap dengan intensi biasa, malah terdengar nyolot dan bikin kesal orang lain. Saya ikutan naik darah dan sepanjang hari jadi menyebalkan. Setelah saya lihat di kalender, terjawablah sudah, ini tanggal merah saya. Pantas saja hormon meraja - rela.
Entah [...]

Temenin

June 10, 2007 | Leave a Comment

Bahasa gaul Indonesia telah memberi sumbangsih akhiran baru –in, padahal dalam bahasa baku, tak pernah tercatat kata kerja “temenin”, yang ada adalah “menemani”. Tesaurus Bahasa Indonesia menjelaskan, menemani sama juga dengan mendampingi, mengiringi, menyampingi, menyandingi, menyertai, mengantar. Jika saya terjemahkan bebas, temenin berarti pergi atau berada bersama seorang teman.
Ini bisa apa aja, temenin ke [...]

keep looking »