Oct
31
Sandaran
October 31, 2008 | Leave a Comment
Aku tak minta banyak, cukup tempat bersandar. Itupun sebentar, tuk kulepaskan lelah. Tak perlu kata - kata atau sentuhan berlebih. Cukup ijinkan aku istirahatkan pikiran, dan rebahkan kepala di pundakmu. Lalu biarkan aku menutup mata, ciptakan surgaku, barang sejenak, bersamamu.
Oct
30
Ti3a
October 30, 2008 | 3 Comments
Mengapa tiga? Karena Tuhan mengajarkan Tri Tunggal Maha Kudus. Allah Bapa, Putra dan Roh Kudus. Karena keluarga terdiri atas ayah, ibu dan anak. Tiga juga mengajarkan agar ingat pada diri sendiri, Tuhan dan sesama.
Lagipula, sepasang tangan takkan mencukupi. Kau perlu tangan orang lain untuk menarikmu bangkit. Tiga melengkapi dan menyempurnakan.
Mengapa tiga? Sebenarnya ini hanya alasan. [...]
Oct
29
Salah Ucap
October 29, 2008 | Leave a Comment
Kesalahan kecil yang berdaya ledak dahsyat. Seperti bom molotov, rangkaian sederhana yang mampu bubarkan ratusan massa lari kocar - kacir, tunggang - langgang.
Jika salah, ada yang tidak singkron antara mulut dan pikiran. Antara kata dan perasaan. Saat kusebut namanya di waktu yang tak terduga, apakah aku memikirkannya? Apakah sikapku mulai berubah? Pendirian mulai goyah? Ataukah [...]
Oct
28
Jangan Salahkan Aku
October 28, 2008 | 2 Comments
Semalam, telpon saya bunyi. Dua sahabat mengabarkan foto saya muncul di majalah dwi mingguan terbaru. Saya pun kaget, bagaimana bisa? Rasanya saya telah memutuskan untuk tidak lagi mempertaruhkan keberuntungan. Selidik punya selidik, ternyata itu foto lama yang dipajang kembali.
Memang beberapa bulan lalu saya sempat diundang ke sebuah acara. Pakaian saya dianggap yang terbaik dan [...]
Oct
27
Dokter? Tukang Urut?
October 27, 2008 | 3 Comments
“Harus ke dokter ya?” tanya saya dengan wajah lesu. Pertanyaan ini tak segera berbalas, saya sudah tahu jawabannya. Lebam di mata kaki harus segera hilang karena aktivitas tidak berkurang. Ke dokter bukan pilihan, tapi keharusan.
“Iya…..sekarang, gimana mau kerja kalau masih bengkak gitu.” Mama resah karena saya jatuh di saat tidak tepat. Hari itu sabtu, keluarga [...]
Oct
26
Angkot Tetap Pilihanku
October 26, 2008 | 2 Comments
Mama tak habis pikir, sudah dilepeh metro mini, saya tetap pilih angkot ketimbang mobil pribadi. Mobil yang sedianya dipakai, lebih sering nge-jogrok di garasi.
Padahal, putusan ini diambil dengan pertimbangan matang, pertama, bensin. Gaji saya tak kuasa menahan beban BBM yang terus melonjak. Tiap jalan sekurangnya 50 ribu keluar. Tak lagi berarti meski itu jatah mingguan [...]
Oct
25
Harusnya…Nyatanya…
October 25, 2008 | 3 Comments
Harusnya malam itu bulan bersinar lebih terang dari biasanya. Harusnya malam itu bintang berdesakkan memancarkan sinar. Harusnya malam itu terjadi gerhana bulan.
Namun nyatanya segala perhitungan meleset. Perkiraan hanya jadi banyolan tanpa diikuti fakta. Nyatanya semua hanya cerita konyol yang keluar seadanya. Nyatanya semua terjadi tidak seharusnya.
Yang ada malah sebaliknya, malam begitu kelam, gelap menguasai hingga terang [...]
Oct
24
Dilepeh Metro Mini
October 24, 2008 | 2 Comments
Jarang - jarang saya jadi pusat perhatian. Namun itulah yang terjadi. Sedari tadi, saat naik turun angkot, semua mata memandang. Saya jadi objek tontonan. Tidak karena penampilan saya yang ajaib, bukan juga gara - gara kacamata batman yang saya pakai. Tapi sepanjang perjalanan kaki saya terseok - seok, terseret - terseret, dan pincang. Mata - [...]
Oct
23
Menyontek
October 23, 2008 | Leave a Comment
Menyontek. Kegiatan ini punya sejarah panjang, tepatnya di kelas 6 SD saat ulangan sejarah. Ketika itu saya duduk paling depan, menempel persis meja guru, hanya saja letak meja ibu guru lebih tinggi. Saya duduk paling pojok dekat tembok. Entah apa yang merasuki, siang itu berani - beraninya tangan saya membolak - balik catatan, pelan - [...]
Oct
23
Sendok Garpu
October 23, 2008 | Leave a Comment
Jika sendokmu hilang, janganlah menggantinya dengan garpu. Karena dua garpu justru akan menyusahkan. Lebih baik bersantap dengan satu garpu ketimbang memperlakukan garpu yang lain bak sendok. Bagaimanapun juga, sendok berbeda dengan garpu. Ia tidak bisa dibandingkan maupun digantikan.
Jika sendokmu hilang dan kau putuskan ingin bersantap dengan nyaman, ada baiknya kau tinggalkan garpu yang lumpuh itu. [...]