Pengaruh Media

November 6, 2008 | |

Ketika kumpul dengan kawan - kawan lama, percakapan ini muncul:

Elo besar dari apa?”

Pertanyaan itu mengacu pada besarnya pengaruh media yang dikonsumsi selama kami tumbuh dengan wujud kami sekarang. Premis kawan mengatakan apa yang dibaca, mempunyai pengaruh besar dengan pola pemikiran kami sekarang. Harap dicatat kawan ini adalah profesional kelas tinggi yang sudah merambah kancah internasional.

Seorang kawan bercerita meski orang tuanya guru desa, si ayah tetap ngotot langganan tiga media. Kompas, Pikiran Rakyat dan kala menginjak bangku SMP, dia berkenalan dengan the Jakarta Post.

Kawan lain, tak mau kalah, besar dengan Republika dan Kompas. Tak lama pertanyaan yang sama ditujukan pada saya.

“Kalo elo, besar dari apa ven?”

Bingung, jawaban saya singkat. Hmm…Bobo.

Teman saya ikutan bingung dan berkata “Dasar orang kaya, dari dulu gw selalu mikir cuman orang kaya yang langganan majalah anak - anak” Hihihi…yah itulah bedanya saya dan mereka, bukan berarti kaya, mereka yang dari kecil terimbas media berita sudah merambah luar negeri. Saya, hanya berkutat di lokal. Siapa suruh tumbuh bersama Bobo hihihi


Comments



3 Comments so far

  1.    cc on November 8, 2008 2:46 am

    hahaa..bener bgt tuch…..bobo…en occasionally donald bebek…but we always know bobo is the best! :)

  2.    M on November 10, 2008 12:01 am

    ya elah ven..gitu aja dimasukin hati.
    bukannya y baca Bobo malahan dah kerja, yang baca Republika masih di rumah aja :p .

    Uung juga pasti seneng bobo sama gadis..
    eh maksud gue Uung pasti seneng baca Bobo sama Gadis..

    lol.

  3.    wartawangoblog on November 21, 2008 10:44 pm

    Hahahaha……klo gue besar dari Indomie…:)

Name (required)

Email (required)

Website

Speak your mind