Nov
4
Sayang anjing
November 4, 2008 | |
Minggu lalu, saat sepi sendiri di kantor, tiba - tiba seorang teman datang. Dengan setengah suara, sedikit berbisik, dia bertanya, “Ven, loe suka anjing ga?” Hmmm ada jeda sedikit, saya berpikir kemudian bilang, “Biasa aja.” Jeda lagi. “Gw lebih suka seafood”
Teman saya langsung memelas “Loe jahat banget sih….” Ohala, ternyata yang dimaksud ialah mahluk lucu hewan peliharaan itu. Dia hendak menawarkan anjing rottweiler tuk saya adopsi. Mendengar jawaban saya, bubar sudah niatnya.
Sungguh saya bukan kanibal. Entah apa yang merasuk hingga saat pertanyaan bergulir, yang terpikir adalah makanan, bukan binatang. Saya bukan pemakan doggie sejati. Pernah makan sekali, itupun tak rencana mengulangi. Harus dilihat konteks peristiwanya. Kala itu jelang makan malam, perut keroncongan hingga persepsi ga jauh - jauh dari perut.
Rayuan tak berbalas, teman saya pergi menjauh dan batal menawarkan anjingnya pada saya. Oh…maafkan aku….
Comments
1 Comment so far
apaan lu ven..tadi makan bayi gurita gak ngaku luh..huh. udah dibilangin jangan masih dimakan!