Berburu Alas Kaki Buaya (1)

April 23, 2009 | |

Jakarta - Pengeras suara Senayan City baru mengingatkan pekerja agar bersiap karena mal akan dibuka umum pukul 10 pagi, namun pengunjung sudah mulai berkerumun di tiga lift yang memiliki akses langsung ke lantai 8. Orang dewasa, remaja, hingga anak kecil beserta pengasuhnya tak sabar ingin berburu alas kaki berlogo buaya. Jam baru menunjukkan pukul 9.30 pagi.

Hari ini, 23 April 2009 merupakan hari keempat penjualan produk alas kaki Crocs asal Amerika Serikat. Penjualan yang berlangsung di aula paling atas gedung Senayan City ini menarik begitu banyak minat karena potongan harganya yang miring. Sepatu dan sendal yang biasanya dijual Rp 400 hingga 800 ribu kini mendapat potongan harga 30 sampai 70 persen.

Namun untuk mendapatkan alas kaki yang diincar, perjuangan Croc-lovers, julukan pengila produk ini tidak sedikit. Untuk awalnya mereka harus terlebih dahulu berjuang menuju lantai 8. Yang memilih lift, terpaksa kecewa. Pasalnya begitu terbuka, lift sudah penuh sesak dan tak ada lagi ruangan untuk menampung. Beberapa memaksa masuk, yang lain memilih lift yang letaknya lebih jauh atau naik eskalator. Sayangnya akses langsung ke lantai 8 sudah ditutup sedari pagi, antrian bak ular tangga mulai menjalar dari lapangan parkir lantai 6. Padahal saat itu jam baru akan menunjukkan pukul 10 pagi.

Wulan, 41 tahun, ibu empat anak asal Bintaro mengaku menyesal tidak datang lebih pagi, padahal ia sudah berangkat jam 9. “Harusnya datang lebih pagi, saya tidak nyangka antrian sudah sepanjang ini,” ujarnya.

Antrian masuk ke lokasi bazar dibuat berlapis dan memanjang. Di mulai dari pintu akses lapangan parkir lantai 6, terus memanjang melewati tangga eskalator dan memutari seluruh areal deretan toko lantai 6. Pagi itu jumlah pengunjung antrian mencapai 500 orang. Setelah naik eskalator menuju lantai 7, perjuangan belum berakhir. Pengunjung diminta menduduki deretan kursi yang tersedia. Jumlahnya kira - kira 100 kursi. “Harap menempati kursi masing - masing, masuknya dihitung per dua puluh orang,” seru petugas yang menjaga.

Penjagaan antrian penggila Crocs ini cukup memadai. Petugas keamanan bersafari hitam berjaga di setiap sudut, mengamankan pengunjung yang menyelinap dan malas antri. Tapi tetap saja, beberapa orang berhasil menyerobot. Alasannya berbagai macam, mulai dari baru kembali dari kamar kecil, habis beli makanan hingga mengaku teman.

Lantai 8 tampaknya belum menjadi titik akhir. Injakan kaki ke puncak teratas gedung Senayan City ini diikuti oleh antrian dan deretan 3 lapis kursi sebagai pembatas dan tempat duduk, sebelum akhirnya memasuki aula. Reporter Tempo, yang ikut dalam antrian memerlukan waktu sekitar 2,5 jam untuk masuk ke areal penjualan.


Comments



Name (required)

Email (required)

Website

Speak your mind